SAMARINDA — Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah mengalokasikan sebanyak 12.500 paket logistik, termasuk bahan makanan dan sandang, untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi sepanjang tahun 2026. Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa alokasi ini didasarkan pada data kasus bencana tahun 2025 yang menjadi patokan dalam evaluasi kebencanaan di daerah tersebut.
“Patokan kami adalah data kasus bencana tahun 2025, sehingga kami siapkan jumlah paket sekitar itu,” ujar Andi di Samarinda, Sabtu (10/1/2026). Meski alokasi tahun ini sedikit berkurang dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah provinsi tetap optimistis bahwa jumlah tersebut cukup untuk mengatasi dampak bencana. Jika situasi memburuk, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan akan meminta dukungan tambahan dari pemerintah pusat atau sektor swasta.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Dinas Sosial Kaltim telah menyiapkan cadangan logistik dari stok tahun sebelumnya sebanyak 3.000 paket. Stok ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak sambil menunggu pengadaan barang baru selesai. Andi menegaskan bahwa logistik yang baru akan disimpan dan didistribusikan berdasarkan permintaan kabupaten dan kota, dengan pendekatan yang terpusat dan terukur untuk memastikan kecepatan dan ketepatan distribusi.
Pemprov Kaltim tetap memprioritaskan upaya mitigasi bencana, mengingat kondisi geografis yang rawan bencana hidrometeorologi. Dengan strategi pengelolaan logistik yang terencana, diharapkan bantuan dapat segera diterima masyarakat yang paling membutuhkan.


