KUALA KAPUAS, – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus memperluas kawasan kota melalui pembangunan jalan baru yang menghubungkan Kelurahan Selat Hulu dengan Kelurahan Selat Utara di Kecamatan Selat. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan kota baru yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal.
Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari rencana besar untuk menghubungkan kawasan pertanian, perkebunan, dan permukiman baru dengan pusat kota. “Pembangunan jalan ini akan menjadi akses utama bagi masyarakat menuju kebun dan sawah mereka, serta mendukung pengembangan kawasan kota baru yang lebih modern,” ujarnya pada Sabtu (11/1/2026).
Pada tahun 2025, pembangunan jalan baru sepanjang hampir 4 kilometer dengan lebar sekitar 10 meter sudah dimulai di Kelurahan Selat Hulu. Rencana pembangunan ini akan berlanjut pada tahun 2026 di Kelurahan Selat Utara, dengan panjang jalan yang direncanakan mencapai antara 10 hingga 15 kilometer.
Jalan-jalan baru ini akan memanjang mengikuti alur sungai ke arah Palingkau dan akan dipotong dengan beberapa jalur menyilang, yang memungkinkan akses lebih cepat dan lebih efisien antara pusat kota dan kawasan pedesaan. Proyek infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar transportasi barang dan hasil pertanian, meningkatkan produktivitas, serta mendorong lebih banyak investasi di sektor pertanian dan perkebunan.
Bupati Kapuas juga menambahkan bahwa setelah kondisi tanah dinilai cukup stabil dan kering, pemerintah daerah akan segera melakukan peningkatan jalan, pengerasan, serta pembangunan box culvert dan jembatan kecil untuk memastikan akses yang maksimal. “Kami memastikan bahwa infrastruktur ini tidak hanya berfungsi sebagai akses, tetapi juga akan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat setempat,” tegas Wiyatno.
Salah satu hal yang menggembirakan dalam proyek ini adalah partisipasi aktif masyarakat. Masyarakat di Kelurahan Selat Hulu secara sukarela telah menyumbangkan tanah mereka untuk pembangunan jalan baru. “Respons masyarakat sangat luar biasa. Mereka rela menyumbangkan tanah untuk pembangunan jalan dengan lebar hingga 20 meter, termasuk saluran kanan kiri dan bahu jalan,” ujar Bupati dengan penuh apresiasi.
Pembangunan jalan ini juga akan membuka peluang baru bagi masyarakat yang ingin mengembangkan lahan pertanian dan membangun rumah di kawasan tersebut. Pada tahun 2027, Pemkab Kapuas berencana untuk memperluas pembangunan jalan baru hingga ke Sungai Kayu, yang akan semakin memperkuat konektivitas antar kawasan dan memperluas area pertanian serta permukiman.
Proyek ini juga menunjukkan upaya pemerintah dalam mempersiapkan Kapuas untuk menghadapi pertumbuhan yang pesat di masa depan. Dengan peningkatan infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan, kawasan pedesaan akan lebih mudah terhubung dengan pusat kota, mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik, serta membuka peluang bisnis dan pengembangan daerah yang lebih luas.
Analisis: Pembangunan jalan baru ini bukan hanya soal meningkatkan infrastruktur fisik, tetapi juga merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Dengan memperlancar akses ke lahan pertanian dan kebun, Pemkab Kapuas berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menarik lebih banyak investasi, terutama dalam sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah memastikan pengelolaan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan tetap terjaga seiring dengan ekspansi infrastruktur. Oleh karena itu, penting bagi Pemkab Kapuas untuk terus berkolaborasi dengan masyarakat dan pihak terkait untuk mengelola dampak sosial dan lingkungan dari pembangunan ini.


